Categories
Uncategorized

Aksi Penolakan Habib Rizieq di Kota Solo, Massa Dibubarkan Polresta Surakarta


News

·

21 November 2020 19:04

Aksi Penolakan Habib Rizieq di Kota Solo, Massa Dibubarkan Polresta Surakarta

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Aksi Penolakan Habib Rizieq di Kota Solo, Massa Dibubarkan Polresta Surakarta (161271)
Aksi pengibaran 100 bendera merah putih dilakukan oleh aliansi warga Solo di Bundaran Gladag, Sabtu (21/11) sore. Mereka membawa poster menolak Habib Rizieq Shihab datang ke Kota Solo
SOLO – Aksi pengibaran seratus bendera merah putih dilakukan oleh elemen pemuda di Bundaran Gladak, Kota Solo, Sabtu (21/11) sore. Mereka membawa poster menolak Habib Rizieq Shihab datang ke Kota Solo menyusul Safari Revolusi Akhlak. Bahkan polisi melakukan pembubaran karena pandemi dan tidak memiliki izin.
ADVERTISEMENT
Dalam pantauan aksi tersebut, mereka tergabung dalam elemen aliansi warga Kota Solo menolak Rizieq Shibab. Mereka membentang poster-poster tentang damai Kota Solo, Damai Indonesia, Jangan Ganggu Kota Solo, serta Warga Kota Habieb Rizieq. Lantas mereka juga membentangkan baliho gambar tokoh FPI Rizieq Shihab dengan tulisan ‘Warga Kota Solo Menolak Rizieq Shihab’.
Aksi Penolakan Habib Rizieq di Kota Solo, Massa Dibubarkan Polresta Surakarta (161272)
Aliansi warga Solo membentang poster-poster tentang damai Kota Solo, Damai Indonesia, Jangan Ganggu Kota Solo, serta Warga Kota Habieb Rizieq
Dalam kesempatan itu, Korlap Aksi, BRM Kusumo menyampaikan sikap kalau anti Habieb Rizieq bukan anti Islam. Dan menolaknya Habib Rizieq Shibab menyelenggarakan kegiatan di Kota Solo. Ada pun warga Kota Solo selama ini hidup berdampingan secara harmonis tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, antar golongan.
“Dalam aksi ini, kami tidak perlu izin hanya pemberitahuan. Ada pun akan diminta keterangan polisi atas aksi ini, saya siap. Demi NKRI saya siap,” ujarnya.
Aksi Penolakan Habib Rizieq di Kota Solo, Massa Dibubarkan Polresta Surakarta (161273)
Polisi melakukan pembubaran aksi karena pandemi dan tidak memiliki izin
Selanjutnya, pihak kepolisian dalam aksi tersebut diberi kesempatan 1 menit menyampaikan pendapat. Hal ini setelah Korlap Aksi bernegosiasi sehingga lebih dari satu menit akhirnya dibubarkan.
ADVERTISEMENT
Dengan hal ini, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan dibubarkan karena sesuai penerapan protokol kesehatan. Mereka melakukan berkerumun lebih dari seratus orang serta tanpa izin. 
“Mengingat jumlah warga terkonfirmasi juga meningkat masif, maka aksi harus dibubarkan. Kami akan minta keterangan penanggung jawab aksi atas aksi yang dilakukan ini,” jelas Kapolresta Solo. (Agung Santoso)

Sumber Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *