Categories
Uncategorized

Laboratorium PCR untuk Tes Swab di Buleleng Mulai Tahap Uji Coba


News

·

19 November 2020 16:30

Laboratorium PCR untuk Tes Swab di Buleleng Mulai Tahap Uji Coba

Konten ini diproduksi oleh Kanal Bali
Laboratorium PCR untuk Tes Swab di Buleleng Mulai Tahap Uji Coba (6934)
Tes swab perlu dilakukan untuk memantau tingkat penularan COVID-19 – IST
SINGARAJA – Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, telah selesai dibangun. Meski demikian, untuk sekarang masih dalam tahap uji coba keakuratan.
ADVERTISEMENT
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris SatuanTugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa. “Laboratorium PCR untuk tes usap COVID-19 ini sudah mulai beroperasi dan sudah bisa digunakan, namun pengoperasiannya masih dalam tahap uji coba,” katanya, Kamis (19/11/20).
Selama sekitar dua minggu laboratorium itu dibuka, kata dia, sudah ada 45 spesimen yang dites, “kita masih menunggu laporannya jika hasil keakuratannya tinggi, maka lab ini sudah boleh menerima specimen luar,” jelasnya.
Ia juga mengemukakan, hasil-hasil yang diuji di laboratorium ini masih disandingkan dengan hasil tes di RSUP Sanglah.
Laboratorium PCR untuk Tes Swab di Buleleng Mulai Tahap Uji Coba (6935)
Sekretaris SatuanTugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa – IST
Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha berujar, setelah lolos uji akurat, maka tidak lama lagi RSUD Buleleng akan dapat menerima pelayanan tes swab, baik dari Satgas Penanganan COVID-19 maupun masyarakat yang ingin tes usap secara mandiri.
ADVERTISEMENT
“Jika tes keakuratan sudah memenuhi syarat, maka kita bisa melakukan pelayanan,” katanya.
Untuk pembiaayan, terang dia, khusus untuk pasien yang ditangani Satgas Penanganan COVID-19, pembiayaan ditanggung pemerintah pusat sesuai dengan undang-undang penanggulangan wabah.
“Sementara kalau untuk swab mandiri untuk kepentingan pribadi seperti bekerja atau keluar kota, kita masih mengkaji skemanya dengan dinas kesehatan dan pemerintah daerah, namun jika harus membayar, pasti akan dikondisikan agar terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya
Mesin PCR hasil hibah dari BNPB itu, kata dia mampu menampung 90 spesimen, namun karena jenis reagen yang diberikan pemerintah pusat memerlukan dua slot spesimen maka dalam satu waktu mesin tersebut dapat memeriksa sekitar 45 spesimen. (Kanalbali/WIB)

Sumber Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *