Categories
Uncategorized

Riyadhah dan Berdoa, Aslinya Gak Diem Saja


News

ยท

28 November 2020 8:14

Riyadhah dan Berdoa, Aslinya Gak Diem Saja

Konten ini diproduksi oleh Yusuf Mansur
Riyadhah dan Berdoa, Aslinya Gak Diem Saja (121491)
Yusuf Mansur. Foto: kumparan.
Saya kontak sana, kontak sini. Ke menteri ini, menteri itu. Ke kepala daerah sana, ke kepala daerah sini. Nyapa, ngasih doa, ngasih support ke berbagai elemen, ke partai-partai. Koordinasi-koordinasi dengan pengusaha-pengusaha dan organisasi-organisasi serta komunitas-komunitas dari pengusaha-pengusaha, dari mulai kelas kecil banget, sampai yang gedean. Di bidangnya saya, yang gak melampaui bidang saya juga. Nanti malah jadi kurang akhlak juga jika melampaui wewenang. Dan bidang serta wewenang ustaz, ya doa. Hehehe. Nasihat.
ADVERTISEMENT
Sisi kepengusahaannya, juga jalan. Jangan kira gampang menjalani peran sebagai pengusaha yang jagain ribuan karyawan di seluruh ekosistem saya, dengan izin Allah.
Gerakan R40H, Riyadhah 40 Hari. Berdoa selama 40 hari ke depan, pun bukan perkara mudah, ringan dan enteng. Coba aja salat malam sekali saja. Berat. Ini lagi buat orang lain. Buat seluruh buruh, seluruh pekerja, dalam dan luar negeri. Plus buat pengusaha dan perusahaannya. Dan bukan hanya salat malam. Hebat sekali yang pada ikutan gerakan ini. Sekali lagi, secara ini bukan buat doa-doa untuk diri sendiri. Aslinya, gak diem. Mana ada diem. Tidur aja gerak-gerak. Hehehe.
Tetep harus ada yang ke Allah. Yang ngadu dan bawa ke Allah. Dan gak bisa serta jangan sendirian, tapi berjemaah, dari tempat masing-masing. 40 orang berdoa bersama saja sudah akan maqbul banget. Apalagi sebanyak-banyaknya 1 negeri. Dan kebaikan doa kan banyak. Banyak cara Allah menjawab doa-doa kita. Saya dan banyak orang percaya itu.
ADVERTISEMENT
Saya dan barisan ustazustaz di negeri ini, kyai-kyai yang konsen juga di keuangan. Sudah berbulan-bulan, diajak menemani doa-doanya dan ibadah-ibadahnya Bank Indonesia dan OJK. Plus ikhtiar penguatan yang berkesesuaian dengan bidang kami semua. Tetep gak akan nyebrang ke yang bukan wewenang dan keahliannya.
Ini sebuah upaya yang keren banget. Hasil memang mana ada yang sim salabim. Setidaknya, baik sangkanya, jika gak ada orang yang bermunajat, tentulah keadaan akan lebih kacau.
Percayalah, gak ada orang yang punya kepedulian terhadap bangsa dan negara, lalu diam aja. Kecuali emang kepeduliannya gak ada. Insya Allah, masih terlalu banyak orang Indonesia yang memiliki kepedulian. Ekspresi dan bentuknya saja yang terkadang beda-beda.

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white

Sumber Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *