Categories
Uncategorized

Sopir Selamatkan Bos Tekstil karena Curiga Bentakan Pelaku


News

·

2 Desember 2020 21:42

Sopir Selamatkan Bos Tekstil karena Curiga Bentakan Pelaku

Konten ini diproduksi oleh
Sopir Selamatkan Bos Tekstil karena Curiga Bentakan Pelaku (25197)
Krisyadi (42), sopir bos tekstil
SOLO – Kepanikan dan gemetar masih dirasakan Krisyadi (42), sopir mobil Toyota Alpard bernomor polisi AD 8945 JP. Meskipun ketika ditemui Bengawan News, dia berusaha tenang setelah menyelamatkan majikannya dan istri pelaku dari penembakan pebisnis tua, Lukas Jayadi di Jalan Monginsidi, Banjasari Solo. Pasalnya, waktu itu mengantarkan makan siang namun sesampai di jalan Gereja Kepunton dihentikan pelaku bersama istri.
ADVERTISEMENT
“Saya tanya Ibu, Ibu juga kaget padahal tidak janjian. Tapi sama Ibu disuruh naik saja, soalnya istrinya pelaku itu adik kandungnya dari ibu. Istrinya duduk di belakang, di samping ibu, pelaku duduk disamping saya,” ujar Krisyadi.
Dia selama 11 tahun bekerja sebagai sopir ini juga mengenal pelaku dan majikan karena masih kerabat. Pelaku lantas mengajak korban berinisial I untuk mampir ke Omah Walet miliknya. Alasannya, mengambil barang dagangan. Sepanjang perjalanan, tidak tampak kecurigaan, sebab di dalam mobil mereka mengobrol seperti pada umumnya.
“Ya, tanya usahanya masing-masing. Soalnya, Ibu sama pelaku itu sama-sama pengusaha kalau Ibu punya pabrik tekstil,” terangnya.
Sesampainya di lokasi, pelaku turun dari mobil tapi terucap nada membentak kepada korban supaya ikut turun. Korban yang menolak turun, justru membuat pelaku naik pitam. Karena posisi pelaku berada di depan mobil membuat sopir asal Purbayan, Baki, Sukoharjo curiga.
ADVERTISEMENT
“Kaca tetap saya tutup, pintu saya kunci dengan central lock agar pelaku tidak bisa membuka,” ujarnya.
Mobil hendak diputar, terlihat pistol dari balik celana bagian depan akhirnya sopir berusaha cepat memutar. Benar saja, pelaku mengambil senjata api dari balik bajunya. Tanpa banyak bicara, pelatuk langsung ditarik. Peluru berhasil menembus kaca bagian depan. Tembakan kedua menyasar kaca sopir. Kondisi gang sempit hanya selebar mobil dikemudikan menancap gas dan semua diminta menunduk sehingga berhasil menghindari peluru.
“Setelah itu, saya langsung hidupkan mobil putar balik. Saya konsentrasi penuh. Karena harus menghindari kendaraan lain. Takutnya malah nabrak orang. Waktu putar balik itu, mobil masih ditembaki. Jumlahnya berapa saya kurang tahu,” katanya.
Dia ingat, di dekat aksi tembak-tembakan tersebut terdapat kantor polisi yang merupakan markas Detasemen C Pelopor Brimob Polda Jateng. Dia sendiri tidak tahu motifnya karena perjalanan tidak ada alasan, di mana pelaku pernah menumpang.
ADVERTISEMENT
“Saya tidak tahu itu kantor Brimob, pokoknya kantor polisi saja. Saya langsung membawa mobil, terus minta tolong sama pak polisi yang berjaga. Terus dibantu. Saya juga tidak memperhatikan kalau dia bawa pistol. Tahunya, waktu dikeluarin itu. Sampai sekarang masih nderedek Mas, Alhamdulilah saya sama ibu masih selamat, masih dapat perlindungan,” pungkasnya.
Kapolresta Solo Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak kalau supir ini menyelamatkan jiwa penumpang dengan keahlian mengemudi. Kondisi jalan tidak lebar, tapi tidak membuat kanan kiri jalan tersebut tidak menjadi korban. (Agung Santoso)

Sumber Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *